Di retail, growth gampang terlihat seperti tambah outlet, tambah SKU, tambah promo. Angkanya bergerak—belum tentu bisnisnya membaik.
Lokasi ditemukan. Renovasi jalan. Opening ramai. Sales masuk. Beberapa bulan kemudian barulah kelihatan: outlet mana yang benar-benar menambah profit dan mana yang hanya menambah pekerjaan.
Ada produk yang cepat bergerak tapi margin tipis. Ada yang lambat tapi membuat basket size naik. Ada yang dipertahankan karena sudah lama ada.
Traffic naik ketika diskon turun. Campaign selesai, angka kembali. Team lalu menyiapkan promo baru karena pola itu sudah terbukti membawa volume.
Barang keluar dari gudang pusat. Target channel terlihat tercapai. Tapi stok bisa berhenti di titik berikutnya dan masalah baru terasa beberapa minggu kemudian.
Tapi: apa yang belum saya lihat?